Dicari agen di seluruh Indonesia - For Fast Response : 0878 3039 6201 atau 0896 2010 1991 - Siap menerima order anda in syaaAllah

Gizi untuk anak

بسم الله الرحمن الرحيم

Gizi Untuk Anak

✒ Kori Titi Angesti, S.Gz
Tri Astuti Septiani, S.Gz

———————

Bekalilah otak Anak dengan Gizi Terbaik

Setelah pembahasan mengenai bekal otak anak sampai usia 6 bulan maka sekarang dilanjutkan dengan makanan untuk tumbuh kembang otak usia bayi 6 - 12 bulan.

Kebutuhan gizi bayi usia 6- 12 bulan

Jika pada usia 0-6 bulan semua kebutuhan zat gizi bayi diperoleh melalui ASI, maka sejak usia bayi memasuki 6 bulan, ketika sistem pencernaannya mulai berkembang, ia mulai membutuhkan asupan makanan lain atau makanan pendamping ASI. Perlu diketahui bahwa pemberian MPASI yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan sistem pencernaan si kecil dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang bayi. Mengenalkan makanan padat kepada bayi biasanya tidak mudah karena bayi baru belajar menelan. Sehingga pada awalnya bayi hanya menelan makanannya sedikit.
Pada saat mengenalkan makanan padat, sebaiknya hindari memberikan berbagai jenis makanan yang dcampur jadi satu. Sebab indera pengecap rasa bayi sedang mengalami puncak perkembangan. Otak bayi akan merekam berbagai rasa dari berbagai jenis makanan. Jika bayi diberi berbagai jenis makanan yang dicampur jadi satu, maka memori rasa tersebut tidak terlatih. Berikan makanan tambahan sebelum diberi ASI. Sebab bila tidak, maka nafsu makan bayi akan terganggu.
Berikan mpasi yang :
mengandung cukup kalori
mengandung beranekan jenis zat gizi
terjaga kebersihannya
bertekstur lembut agar mudah dicerna
tidak sulit didapat
mudah dipersiapkan.

1 Usia 6-9 bulan
Jenis-jenis makanan yang tepat untuk usia ini, antara lain :
karbohidrat, seperti beras, beras merah, kentang.
(Sebaiknya tidak memberikan ubi jalar karena proses penguraian ubi jalar di saluran pencernaan akan menghasilkan gas)
Protein, seperti daging, ikan , telur, tahu, tempe, atau kacang. Daging, ikan, atau ayam diberikan dalam bentuk cincang atau giling. Telur boleh diberikan ketika usia 8 bulan. Berikan kuningnya saja. Setelah usia 1 tahun baru berikan dengan putihnya. Perhatikan ada tidaknya reaksi alergi. Hindari pemberian telur mentah atau setengah matang karena mengandung antitripsin yang sulit dicerna usus.
Lemak, seperti minyak sayur, santan, margarin, atau mentega.
Vitamin dan mineral, seperti sayuran dan buah. Sayuran antara lain brokoli, labu kuning, buncis,jagung manis, jamur merang, kacang polong dan wortel. Buah seperti pisang, pepaya, jeruk, alpukat, melon, pir dan apel.

2 usia 9-12 bulan
Jenis makanannya antara lain :
karbohidrat, seperti bubur, nasi tim, kentang, biskuit crackers, aneka jenis roti gandum, olahan mi, dan makaroni atau pasta
Protein, seperti daging sapi tanpa lemak, daging ayam, ikan, telur, tahu, tempe , atau kacang2an yang berupa pure dalam tekstur yang lebih kasar
Vitamin dan mineral, seperti brokoli, wortel, buncis, kembang kol,mentimun, apel, tomat, melon, atau semangka, dengan rasa yang asli. Ini akan memperkaya indera perasa yang sedang dikembangkan si kecil.

Adapun tahapan pemberian makanan pad bayi, antara lain:
kenalkan secara bertahap & dalam porsi kecil
Suhu makanan tidak terlalu panas atau dingin
Mulai dengan memberikan satu jenis bahan makanan, selama paling tidak 4 hari, agar bayi benar2 dapat mengenal jenis makanan barunya serta dapat terlihat jika ia mengalami alergi. Jika bayi mengalami efek samping berupa sembelit atau diare, segera ganti jenis makanan.
Awali dengan jenis makanan yang betuknya halus dalam jumlah sedikit
Bila tahap perkenalan berjalan lancar, selanjutnya berikan makanan mulai dari encer lalu dikentalkan
Bila tahap tersebut juga berhasil dilalui, artinya ia boleh diberi makanan yang lebih padat. Misalnya nasi tim saring agar terlatih mengunyah dan menelan.
Perlu diketahui
Hindari penggunaan bumbu, termasuk garam, merica, dan bumbu penyedap lainnya dalam mpasi
Setelah usia 12 bulan, umumnya bayi sudah bisa mengkonsumsi makanan yang sama seperti anggota keluarga lainnya, dengan potongan dan penambahan bumbu yang disesuaikan.

Gizi untuk otak anak

Sama seperti bagian tubuh lainnya, kondisi otak juga butuh dijaga & diberi asupan yang bergizi agar dapat berkembang maksimal. Mengkonsumsi makanan yang bergizi tak hanya membuat kondisi jantung, paru2, dan pencernaan menjadi sehat, namun juga mempengaruhi efisiensi dari proses kimia otak, meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan energi mental. Jenis-jenis makanan yang dibutuhkan agar tumbuh kembang otak anak maksimal yaitu :

Ikan & kerang2an
Adapun kandungan dari ikan & kerang2an, antara lain :

Asam lemak omega 3  Ini penting untuk perkembangan saraf, mata  dan fungsi otak.Juga dapat meningkatkan mood serta mengurangi depresi pada anak.
Kholin
MerupKan mineral yang diperlukan u/ memproduksi asetilkolin-zat kimia otak- yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan
kemampuan belajar.
Seng
sebagai mineral otak yang paling penting untuk memori dan konsentrasi.

Gandum & Sereal
Gandum merupakan salah satu sumber karbohidrat kompleks yang bisa menyediakan energi secara terus menerus. Karbohidrat kompleks membantu meningkatkan serotonin, yakni senyawa kimia penenang otak dan peningkat mood. Karenanya, makanan seperti gandum utuh, pasta, beras merah, atau mi bisa membantu anak2 untuk tenang. Gandum juga sumber vitamin dan mineral penting untuk otak seperti vitamin B, seng, magnesium, asam folat, zat besi, selenium, dan vitamin E.

Buah & Sayur
Buah dan sayur menyediakan nutrisi untuk otak terutama antioksidan dan phytochemicals. Buah adalah sumber vitamin C, boron, selenium, dan karotenoid. Sayuran merupakan sumber zat besi, vitamin C, kalsium, selenium, vitamin B, magnesium, seng , dan boron. Boron bertanggung jawab untuk memproduksi gelombang otak positif, meningkatkan kewaspadaan, dan meningkatkan daya ingat dan konsentrasi. Vitamin C membantu penyerapan zat besi, yang dapat meningkatkan IQ dan memberi energi pada pikiran.

Susu & produknya
Susu, keju, mentega, yogurt merupakan sumber protein yang mengandung beberapa asam amino. Namun, karena mentega dan keju mengandung lemak jenuh, maka makanan ini dimakan dalam jumlah sedang, sebab dalam jangka panjang dapat menyumbat pembuluh arteri ke otak. Produk susu merupakan sumber kalsium, vitamin A, dan  vitamin B. Asam amino tirosin yang terkandung di dalam susu berfungsi untuk meningkatkan kewaspadaan mental dan motivasi. Gula alami yang terkandung dalam susu (laktosa) dapat membantu mengubah triptopan dalam ptotein menjadi serotonin. Zat inilah yang membantu anak untuk lebih rileks, terutama saat tidur.

Kacang-kacangan & biji-bijian

Segenggam penuh kacang-kacangan dan biji bijian dapat meningkatkan kebutuhan vitamin B, zat besi, magnesium, kalsium, vitamin E, selenium, potasium, seng, dan asam lemak omega 6. Semua zat gizi ini dibutuhkan otak untuk menjalankan fungsi dan memproduksi energi. Sebaliknya, anak-anak yang kekurangan vitamin B cepat merasa lelah dan lesu, dan memiliki masalah konsentrasi.

Telur
Telur merupakan sumber lesitin, vitamin B, zat besi, seng yang dibutuhkan otak. Telur merupakan protein lengkap dan menyediakan semua asam amino penting yang dibutuhkan untuk membangun penghantar di dalam otak dan penyampai pesan otak. Telur juga kaya akan triptopan yang diperlukan untuk membuat zat kimia serotonin, yang menenangkan  pikiran dan perilaku.

Daging & unggas
Daging merah adalah sumber yang baik untuk zat besi. Mengkonsumsi makanan sumber zat besi baik untuk menaikkan mood, mengurangi amarah, dan meningkatkan IQ. Unggas adalah sumber protein rendah lemak (selama kulitnya dibuang) dan juga merupakan sumber asam amino triptopan yang baik, yang penting untuk serotonin. Mengkonsumsi daging atau unggas bersamaan dengan karbohidrat dapat mendorong pembentukan triptopan di dalam otak.

Air
Seorang anak yang tidak minum cukup air dapat mengalami sakit kepala, lesu, konsentrasi buruk, dan konstipasi. Dehidrasi juga berdampak pada kemampuan tubuh untuk memindahkan zat gizi penting ke seluruh tubuh dan otak. Kekurangan 2% dari cairan tubuh dapat menyebabkan penurunan sebesar 20 % performa fisik dan mental.

و الله أعلم بالصواب

Tim Gizi Grup BIKUM

Category: 7. Kesehatan Anak