Dicari agen di seluruh Indonesia - For Fast Response : 0878 3039 6201 atau 0896 2010 1991 - Siap menerima order anda in syaaAllah

Manfaat Mainan Edukatif Bagi Anak

Mainan Edukatif bagi anak turut berpengaruh dalam proses stimulasi perkembangan mereka. Terutama dalam perkembangan fisik, kognitif ( kemampuan berfikir), keberanian, serta psikososial. Ini penting sekali sebagai tahap awal mengajari pada mereka bagaimana harus cerdas dalam merespon setiap kejadian yang ada dilingkungan sekitar, baik dari apa yang di dengar, di lihat, maupun di rasakan.

Berikut adalah beberapa manfaat mainan edukatif bagi anak, menurut Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si. Beliau adalah salah seorang pakar play therapist sekaligus psikolog anak pada fakultas psikologi UI, Yogyakarta.

Berikut pemaparan beliau mengenai manfaat mainan edukatif:

Untuk melatih konsentrasi

Mainan edukatif memang di susun dalam rangka melatih  untuk lebih menyiapkan konsentrasi ketika menggunakan mainan tersebut. Misalnya, ketika seorang anak bermain puzzle, maka konsentrasi dan pandangan matanya di tuntut untuk bisa fokus, supaya ia dapat menyusun puzzle tersebut dengan benar. Dalam tahap ini, secara tidak sadar, seorang anak yang bermain puzzle ia sebenarnya sedang berlajar berkonsentrasi.

Untuk melatih kemampuan motorik

Mainan edukatif akan merangsang sistem motorik halus dan kasar anak. Motorik halus akan ia dapat ketika ia mengambil mainan, meraba, maupun memegang mainan dengan kelima jari yang dimilikinya. Sedangkan rangsangan morotik kasar akan didapat ketika ia menggerak-gerakkan, melempar, maupun mengangkat mainannya.

Untuk mengenalkan konsep sebab akibat

Dalam tahap ini, bisa di ambil contoh, misalnya ketika seorang anak memasukkan benda kecil ke dalam benda yang besar, maka secara tidak langsung ia sedang belajar untuk memahami bahwa benda yang ukurannya lebih kecil bisa muat dalam ruang yang ukurannya lebih besar, dan benda yang lebih besar tidak akan muat jika di masukkan pada benda yang ukurannya lebih. Itu merupakan proses belajar dan memahami dengan cara sederhana tentang konsep sebab-akibat.

Untuk melatih bahasa dan wawasan

Mainan edukatif akan lebih optimal manfaatnya jika diimbangi dengan penuturan secara lisan oleh guru maupun orang tua yang mendampinginya. Nah, di sinilah seorang anak akan mendapatkan tambahan pengetahuan kosa kata dan kemampuan bagaimana harus berucap tentang sesuatu yang diketahuinya.

Untuk mengenalkan wawasan dan bentuk

Tidak diragukan lagi, dengan mainan edukatif, seorang anak bisa belajar untuk mengenal berbagai macam bentuk dan warna.


Nah, bagi para orang tua dan guru, jangan tunggu lagi untuk segera mempersiapkan mainan edukatif bagi anak-anak maupun putra-putri didiknya.

sumber : http://duniaanak.org

Category: 6. Pengetahuan Umum, 7. Belajar Lagi...

10 Permainan Sederhana yang Mencerdaskan Bayi

Meski si kecil masih bayi, ia bisa diajak bermain lewat permainan-permainan sederhana. Tentu permainan ini perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuannya. Contoh, bagi bayi yang baru bisa tidur telentang atau tengkurap (sekitar 1—4 bulan) pilihlah permainan yang bisa dilakukan dalam posisi tersebut. Di usia 4—7 bulan bayi mulai belajar duduk dan dapat menggenggam, maka lakukan permainan dalam posisi duduk. Sementara di usia 7—12 bulan biasanya bayi sudah mampu merangkak atau berjalan sehingga bisa bermain lempar bola atau mobil-mobilan.

Jika hal ini dilakukan dengan baik, akan mendukung pertumbuhan fisik, psikis, dan kecerdasannya. Ketika diajak bermain, otomatis bayi akan melatih kemampuan motorik, sensoris, interaksi, eksplorasi, serta kemampuan emosi, dan lainnya. Berikut ini adalah contoh-contoh permainan yang bisa dilakukan oleh ibu dan ayah bersama bayi.


1. CILUKBA

Usia:

1—12 bulan.

Peralatan:

Sebenarnya tak memerlukan peralatan khusus, tetapi bila ada saputangan atau baju bisa dimanfaatkan sebagai media penghalang.

Cara Bermain:

Kita tinggal membuka dan menutup wajah dengan tangan atau hilang-muncul di balik dinding/kursi/tempat tidur.

Manfaat:

Bayi belajar tentang konsep hilang dan ada. Meski ia tidak melihat orangtuanya, bayi tahu kita sedang bersembunyi dan segera muncul kembali. Ia pun belajar mengenal bentuk-bentuk emosi lewat ekspresi wajah seperti gembira, tertawa, tersenyum, terkejut, dan lainnya.


2. KUDA-KUDAAN

Usia:

Bayi sudah bisa didudukkan atau duduk sendiri, karena ia harus didudukkan di atas punggung kita.

Peralatan:

Tak ada peralatan khusus hanya kesediaan kita bermain dan diduduki si bayi.

Cara Bermain:

Ubah diri kita seolah-olah menjadi kuda-kudaan, ambil posisi merangkak, lalu letakkan bayi di atas punggung. Jika ia belum bisa duduk sendiri minta bantuan orang lain untuk memeganginya.

Manfaat:

* Menjalin kelekatan orangtua dan bayi.

* Melatih bayi bekerja sama, peka terhadap sesuatu karena ia harus mengontrol dirinya.

* Meningkatkan kemampuan berinteraksi.


3. MOBIL-MOBILAN

Usia:

Bayi sudah bisa diposisikan duduk.

Peralatan:

Bisa benda berbentuk bulat yang dipergunakan sebagai setir mobil atau kursi jika ingin melakukannya di atas kursi.

Cara Bermain:

Kita bisa duduk di lantai, letakkan bayi di atas paha, lalu berpura-puralah menyetir mobil. Goyangkan ke kiri dan kanan secara perlahan. Gunakan suara-suara mobil saat melaju kencang dan pelan, klakson mobil, dan bunyi ban saat mengerem.

Manfaat:

* Melatih bayi melakukan interaksi.

* Menjalin kelekatan dan kerja sama.

* Melatih imajinasi bayi, juga melatih kekuatan motoriknya lewat gerakan-gerakan yang dilakukan.


4. PERMAINAN DENGAN BENDA BERGOYANG

Usia & Peralatan:

Jika bayi belum bisa duduk (baru bisa telentang atau tengkurap), gunakan mainan yang bisa digoyang-goyangkan seperti mainan gantung, mainan tarik, atau kerincingan.

Cara Bermain:

Posisikan mainan di atas/hadapan bayi lalu goyangkan sesuai fungsinya.

Manfaat:

Merangsang kemampuan penglihatan bayi, pengamatan, pengenalan dasar terhadap bentuk dan warna, interaksi sosial, koordinasi mata, dan lainnya.


5. PERMAINAN DENGAN BENDA BERGERAK

Usia:

8—12 bulan

Peralatan:

Benda-benda yang dapat digerakkan, seperti bola atau mobil-mobilan.

Cara Bermain:

Bisa dengan menggelindingkan bola atau meluncurkan mobil-mobilan untuk kemudian dikejar bayi.

Manfaat:

* Melekatkan hubungan bayi dengan orangtua.

* Melatih koordinasi motorik kasar dan halus.

* Meningkatkan kemampuan bereksplorasi.

* Menyalurkan energi.

* Meningkatkan kemampuan koordinasi.


6. MENGEKSPLORASI LINGKUNGAN

Usia:

1—12 bulan

Peralatan:

Banyak yang bisa dimanfaatkan dari lingkungan sekitar. Di halaman rumah misalnya, ada pohon dengan bunga, buah, daun, batang, dan rantingnya; lalu ada daun yang sudah kering, buah yang masih muda, masak, atau jatuh membusuk; juga ada pot, batu, rerumputan, kolam ikan, pagar, kunci pagar, dan banyak lagi.

Cara Bermain:

Ajak bayi ke halaman (digendong atau didudukkan di stroller), lalu kenalkan satu per satu benda-benda tersebut.

Manfaat:

* Meningkatkan pengetahuan bayi, yakni mengenal aneka benda yang ada di lingkungannya.

* Kosakatanya bertambah sehingga secara tak langsung bayi terstimulasi belajar berbicara.

* Keberanian bayi untuk bereksplorasi pun meningkat lewat pengalaman-pengalaman yang menyenangkan tersebut.


7. MAINAN EDUKATIF

Usia:

Banyak mainan edukatif yang bisa diberikan kepada bayi. Hanya perlu dipilih yang sesuai dengan usia bayi. Biasanya baru bisa diberikan jika anak sudah mampu duduk, menggenggam, memindahkan, memasukkan, di usia sekitar 7—12 bulan.

Peralatan dan cara bermain:

Mainan-mainan edukatif sesuai kebutuhan. Contoh, mainan balok yang dimasukkan-dikeluarkan ke/dari wadah, bola karet yang bisa diremas-remas, mainan tarik yang bisa ditarik-tarik, mainan yang berbunyi dengan suara-suara binatang, dan banyak lagi.

Manfaat:

* Merangsang kemampuan motorik.

* Mengenal bentuk dan warna.

* Merangsang sensoris, merangsang imajinasi, dan banyak lagi.


8. PERMAINAN

KREATIF

 

Usia:

Bayi sudah bisa duduk.

Peralatan:

Banyak permainan kreatif yang bisa dilakukan bersama bayi. Manfaatkan benda-benda di sekeliling rumah untuk dijadikan media permainan. Dari gelas plastik, sendok, kardus bekas, bekas bungkus makanan, botol plastik, dan lainnya.

Cara Bermain:

Jadikan benda-benda tersebut seolah-olah bergerak. Bekas bungkus makanan cokelat misal, bisa dijadikan pesawat terbang. Tirukan bunyi suara pesawat terbang lalu bilang, “Ini adalah pesawat terbang!”

Manfaat:

* Melatih kreativitas dan imajinasi anak.

* Membangun kelekatan.

* Meningkatkan kemampuan eksplorasi, pengamatan, dan lainnya.


9. PESAWAT TERBANG

Usia:

Bayi sudah bisa tengkurap sendiri dan otot tubuhnya sudah lebih kuat.

Peralatan:

Tak butuh peralatan khusus untuk melakukan permainan ini, yang diperlukan hanyalah kedua tangan kita untuk mengayun-ayun bayi.

Cara Bermain:

Letakkan bayi di atas kedua tangan dalam posisi tengkurap. Pastikan keamanan bayi saat mengayunnya. Misal, tangan kiri memegang lengan bayi dan tangan kanan memegang perutnya. Lalu ayun-ayun laksana pesawat terbang. Lakukan secara perlahan dan jangan sampai membuat bayi ketakutan.

Manfaat:

Menstimulasi imajinasi bayi lewat pura-pura terbang. Jika kita memainkannya sambil berkata, “Kita terbang seperti burung” maka bayi akan menyerap kosakata lebih banyak.


10. PETAK UMPET

Usia:

Bayi sudah bisa merangkak, sekitar usia 8 bulan.

Peralatan:

Sebenarnya yang dibutuhkan hanya benda-benda pendukung untuk bersembunyi, seperti bersembunyi di samping kursi, meja, di balik lemari, atau di balik pintu.

Cara Bermain:

Berjalanlah perlahan menjauh dari bayi dan beri kode supaya bayi mencari kita, lalu sembunyi di tempat yang tidak terlalu sulit ditemukannya. Ketika bayi kesulitan mencari berikan kode dengan menimbulkan suara seperti bersuit atau tepuk tangan. Boleh juga memperlihatkan sebagian tangan, baju, kaki, atau kepala. Ketika bayi menemukan kita buatlah kehebohan kecil, semisal dengan mengatakan, “Akhirnya ketemu juga.”

Manfaat:

* Melatih kemampuan motorik bayi lewat aktivitas merangkak.

* Menstimulasi kemampuan bereksplorasi.

* Menstimulasi ketangguhan, kejelian, dan lainnya.

* Memahami konsep ada dan tiada. Meski tak ada di depannya namun ia tahu bahwa orangtuanya ada tetapi sedang bersembunyi.


Sumber : Tabloid-nakita.com

Category: 6. Pengetahuan Umum